Monday, July 27, 2020

Download PDF Buku Belajar Bahasa Arab Kitab Arabiyah Baina Yadaik Terbaru Lengkap 4 Jilid

Download PDF Buku Belajar Bahasa Arab Kitab Arabiyah Baina Yadaik Terbaru Lengkap 4 Jilid

Download PDF Kitab Arabiah Baina Yadaik Terbaru PDF Lengkap 4 Jilid – Silsilah Al-Arabiyah Baina Yadaik adalah salah satu buku terbaik untuk dapat mempelajari dan menguasai bahasa Arab secara cepat. Kitab Al-Arabiyah Baina Yadaik ini dikhususkan untuk orang non penutur Arab.

Kitab ini meliputi metode yang sempurna untuk para pelajar dan pengajar, di mana kitab ini sengaja dirancang oleh para penulis andal dibidangnya demi memenuhi kebutuhan orang-orang non Arab akan pembaharuan metode dalam mempelajari bahasa Arab secara benar dan tepat. Kini Silsilah Al-Arabiyah Baina Yadaik telah mengeluarkan terbitan baru yang mencakup kitab-kitab pendidikan bahasa Arab yang terdiri dari 4 jilid atau tingkatan buku, yaitu:

1 – Level Pemula, yang terdiri dari beberapa kitab, yaitu:




Arabiyah Baina Yadaik adalah sebuah program belajar bahasa untuk segala tingkatan. Berisi metode pembelajaran Bahasa Arab lengkap bagi mereka yang tidak berbicara dengan Bahasa Arab. Buku panduan ini mengajak pembaca dari awal sampai pada tingkat mahir berbahasa Arab yang memungkinkan masuk ke jenjang perguruan tinggi dan melanjutkan studi Bahasa Arab.
Paket dari kitab ini adalah sekitar 300 kali pertemuan (setiap pertemuan 45 menit). 100 kali pertemuan untuk setiap level. Bisa juga disesuaikan dengan kemampuan siswa dalam proses belajar mengajar.
Baca selengkapnya

Monday, January 15, 2018

Isim-isim yang dikhofadkan dan Contohnya

Isim-isim yang dikhofadkan dan Contohnya

BAB IX
الأَسْمَاءُ المَحْفُوضَاتُ ( Isim-isim yang dikhofadlkan )

( المَخْفُوْضَاتُ ثَلاَثَةُ اَقْسَامٍ: مَخْفُوْضٌ بِالحَرْفِ وَمَخْفُوْضٌ بِالاِضَافَةِ وَتَابِعٌ لِلمَخْفُوْضِ ).

Isim-isim yang biasa dikhofadlakan itu ada tiga macam yaitu:

A. Isim yang dikhofadlkan dengan haraf
B. Isim yang dikhofadlkan karena idlopat
C. Isim yang mengikuti isim-isim yang dikhofadlkan yaitu: Na'at, Athaf, taokid dan Badal.

A.    Isim yang dikhofadlkan oleh haraf

( فَاَمَّا المَخْفُوْضُ بِالحَرْفِ فَهُوَ مَا يُخْفَضُ بِمِنْ وَعَنْ وَعَلى وَفِى وَرُبَّ وَالبَاءِ وَالكَافِ وَاللاَمِ. وَحُرُوْفِ القَسَمِ وَهِيَ الوَاوُ وَالبَاءُ وَالتَّاءُ وَبِمُدْ وَمُنْدُ ).

Setiap isim yang dimasuki oleh haraf khofadl ( haraf jar ) atau oleh haraf qosam ( haraf sumpah ) harus dikhofadlkan. Contoh:
1. Isim yang dikhofadlkan oleh haraf jar.
a.     "مِنْ " ( dari ), seperti:
F Saya pulang dari sekolah
o       رَجَعْتُ مِنَ المَدْرَسَةِ
b.     "اِلَى " ( ke ), seperti:
F Saya pergi ke sekolah untuk belajar
o       اَذْهَبُ اِلَى المَدْرَسَةِ لِلتَّعَلُّمِ

c.      "عَنْ " ( tentang ), seperti:
F Kami bercakap-cakap tentang masalah agama
o       تَكَلَّمْنَا عَنِ الشُّئُوْنِ الدِّيْنِيَّةِ

d.     "عَلَى " ( di atas ), seperti:
F Saya duduk di atas kursi
o       جَلَسْتُ عَلَى الكُرْسِيِّ

e.     "فِى " ( di / di dalam ), seperti:
F Saya bermain sepak bola di lapangan
o       لَعِبْتُ الكُرَّةَ القَدَمِ فِى المَيْدَانِ

f.       "رُبَّ " ( banyak sekali )seperti:
F Banyak sekali orang yang berpuasa hanya memperoleh lapar dan dahaga saja
o       رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ اِلاَّ الجُوع وَالعَطَسُ

g.     "البَاءْ " ( dengan ) seperti:
F Aku menulis pelajaran dengan pensil
o       كَتَبْتُ الدَّرْسَ بِالقَلَمِ
h.    "الكَاف " ( seperti ) seperti:
F Engkau seperti matahari
o       اَنْتَ كَالشَّمْسِ

i.       "اللام " ( untuk ) seperti:
F Segala fuji kepunyaan Alloh pengurus semesta alam
o       الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

j.       "مُدْ " ( sejak ) seperti:
F Aku menunggumu sejak hari kamis
o       اَنْتَظِرُكَ مُدْ يَومَ الخَمِيْس

k.     "مُنْدُ " ( sejak ) seperti:
F Aku tidak melihatnya sejak bulan lalu
o       مَارَأَيْتُهُ مُنْدُ شَهْرِ المَاضِى

2. Isim yang dikhofadlkan dengan haraf qosam
a.     "الوَاو " ( demi ) seperti:
F Demi masa
F Demi malam apabila telah sunyi
o       وَ العَصْرِ
o       وَاللَيْلِ اِذَا سَجَا
b.     "البَاء " ( demi ) seperti:
F Demi Alloh, demi pengurus ka'bah
o       بِاللهِ, بِرَبِّ الكَعْبَةِ

c.      "التَّاء " ( demi ) seperti:
F Demi Alloh, engkau selalu ingat kepada Yusuf
o       تَاللهِ تَذْكُرُ يُوْسُفَ

B.    Isim yang dikhofadlkan karena idlopat

( وَاَمَّا مَايُخْفَضُ بِالاِضَافَةِ فَنَحْوُ قَوْلِكَ: غُلاَمِ زَيْدٍ وَهُوَ عَلَى قِسْمَيْنِ مَا يُقَدَّرُ بِاللاَمِ وَمَا يُقَدَّرُ بِمِنْ. فَالَّذِى يُقَدَّرُ بِاللاَمِ نَحْوُ غُلاَمِ زَيْدٍ، وَالَّذِى يُقَدَّرُ بِمِنْ نَحْوُ ثَوْبُ حَزٍّ وَبَابِ سَاجٍ وَخَاتَمِ حَدِيْدٍ وَمَا اَشْبَهَ ذَلِكَ ).
a. Pengertian idlopat
Idlopat adalah:
ضَمُّ اسمٍ إِلَى اَخَرَ بِحَيْثُ يَصِيْرُ مَعْنَاهُمَا وَاحِدًا
“Menggabungkan satu isim kepada isim yang lainnya, sehingga ma'nanya menjadi satu”.

Contoh:
F Pembantu Zaed
o       غُلاَمُ زَيْدٍ
F Utusan Alloh
o       رَسُولُ اللهِ
b. penjelasan
1). Kata غُلاَمُ( pembantu ) dan kata " زَيْدٍ" digabungkan menjadi satu" غُلاَمُ زَيْدٍ" yang berarti pembantu Zaed".
2). Kata " رَسُولُ " ( utusan ) dan kata " اللهِ " ( Alloh ) digabungkan menjadi satu " رَسُولُ اللهِ " ( utusan Alloh )
3). Kata yang pertama seperti kata" غُلاَمُ  " dan kata " رَسُولُ " disebut "mudlop" ( مُضَاف )sedang kata yang ke dua seperti kata" زَيْدٍ" dan kata" اللهِ " disebut Mudlop Ilaih( مُضَافُ اِلَيْهِ ).
4). Mudlop tidak boleh memakai alip lam dan tanwin
5). Mudlop ilaih selamanya harus dikhofadlkan. Dan ini yang dimaksud isim yang dikhopadlkan karena Idlopat.
c. Pembagian Idlopat
ditinjau dari segi ma'na, idlopat terbagi kepada dua bagian , yaitu:
1). Idlopat yang mengandung ma'na "لام " ( milik ). Contoh:
F Pembantu Zaed
o       غُلاَمُ زَيْدٍ
F Utusan Alloh
o       عِبَادُ اللهِ
2). Idlopat yang mengandung ma'na "مِنْ " ( dari ). Contoh:
F Baju sutra
o       ثَوْبُ خَزٍّ
Artinya baju yang terbuat dari sutra
F Pintu jati
o       بَابُ سَاجٍ
Artinya pintu yang terbuat dari kayu jati
F Cincin besi
o       جَاتَمُ حَدِيْدٍ
Artinya cincin yang terbuat dari besi
Tapi, sebenarnya disamping dua ma'na idlofat di atas masih ada satu lagi yaitu : idlofat yang mengandung ma'na " فِى " (di), jika mudlof-ilaihnya merupakan dhorof bagi mudlof. Contoh :
F Tipu daya malam
o       مَكْرُ اللَيْلِ
Artinya : tipu daya yang ada di waktu malam.
F Pelajar pesantren
o       طَالِبُ المَعْهَدِ
Artinya : pelajar yang ada di pesantren.

Catatan:
Isim-isim yang mengikuti isim-isim yang dikhofadlkan, penjelasannya sudah di bahas dalam bab na'at, athaf, taukid dan badal, namun – sekedar untuk mengingat kembali – tak ada salahnya bila kita memperhatikan contoh-contoh di bawah ini :
1. Na'at, seperti :
صَلَّيْتُ فِى المَسْجِدِ الكَبِيْرِ
"Saya melaksanakan sholat di masjid yang besar".
2. Athaf, seperti :
مَرَرْتُ بِزَيْدٍ وَبَكْرٍ
"Saya melewati zaid dan baker".
3. Taukid, seperti :
نَظَرْتُ اِلَى المُسْلِمٍيْنَ كُلِّهِمْ
"Saya melihat kaum muslimin semuanya".
4. Badal, seperti :
اللّهُمَّ صَلِ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

"Ya Alloh, semoga engkau memberikan rahmat kepada jungjunan kami yaitu Muhammad".
Baca selengkapnya

Pengertian Maf’ul Ma’ah dan Contohnya

Pengertian Maf’ul Ma’ah dan Contohnya

MAF’UL MA’AH
المَفْعُوْلُ مَعَه
a. Pengertian Maf’ul Ma’ah 

( هُوَ الإِسْمُ المَنْصُوبُ الَّذِى يُذْكَرُ لِبَيَانِ مَنْ فُعِلَ مَعَهُ الفِعْلُ )
“Maf'ul maah adalah isim yang dinashobkan yang disebutkan untuk menjelaskan sesuatu yang menyertai proses terjadinya suatu peristiwa”.
( نَحْوُ قَوْلِكَ: جَاءَ الاَمِيْرُ وَالجَيْشَ وَاسْتَوَى المَاءُ وَالخَشَبَةَ ).
Contoh:
F Presiden datang berbarengan dengan tentara
o       جَاءَ الأَمِيْرُ وَالجَيْسَ
F Air itu naik berbarengan dengan alat ukurnya (yang terbuat dari kayu)
o       اِستَوَى المَاءُ وَالخَسَبَةَ
F Saya bangun tidur berbarengan dengan terbitnya fajar
o       قُمْتُ مِنَ النَّوْمِ وَطُلُوْعَ الفَجْرِ
Kata الجَيْسَpada contoh di atas, kedudukannya sebagai maf'ul ma'ah, sebab ia merupakan isim yang dinashobkan yang menyertai proses terjadinya "kedatangan presiden" pada kalimat (جَاءَ الأَمِيْرُ) dalam arti ketika presiden datang, maka tentara pun datang.
Kata الخَسَبَةَ pun sama disebut maf'ul ma'ah, karena ia merupakan isim yang dinashobkan yang menyertai proses naiknya air yaitu ketika air itu naik, maka ukurannya pun secara berbarengan naik menyertai proses naiknya air tersebut.
Demikian pula dengan kata وَطُلُوْعَ الفَجْرِia bisa disebut dengan maf'ul ma'ah, karena ia adalah isim yang dinashobkan yang menjelaskan atau menunjukan bahwa ia itu menyertai proses terjadinya "bangun tidur" dalam arti ketika saya bangun tidur, fajar pun terbit.
Catatan: Wawu yang terletak sebelum maf'ul ma'ah disebut: Wawu maiyah ( الوَاوُ المَعِيَّة ).

( وَاَمَّا خَبَرُ كَانَ وَاَخَوَاتُهَا وَاسْمُ اِنَّ وَاَخَوَاتِهَا فَقَدْ تَقَدَّمَ ذِكْرُهُمَا فِى المَرْفُوعَاتِ وَكَذَالِكَ التَوَابِعُ فَقَدْ تَقَدَّمَتْ هُنَاكَ ).

خَبَرْ كَانَ وَاَخَواتُهَا dan اِسِمْ اِنَّ وَاَخَواتُهَا telah dibahas dalam pembahasan mengenai المَرْفُوعَاتُ الاَسْمَاءِ ( isim-isim yang dirofa’kan ). Demikian juga tawabi’ ( kalimat yang suka mengikuti kepada I’rob kalimat yang sebelumnya )  telah dibahas di dalam pembahasan tersebut.
Baca selengkapnya